Tujuh Warga Sentani di Papua Diculik
Patroli 12.17
Sentani - 7 Warga Sentani dilaporkan diculik OTK (Orang Tidak Dikenal)
ketika hendak menuju Kota Sentani, Kabupaten Jayapura dari Kabupaten
Sarmi, Papua. Ketujuh warga tersebut tinggal di Jalan Agus Karici Polomo
Kel Hinekombe Distrik Sentani Kota, Kabupaten Jayapura dan dinyatakan
hilang pada Jumat (11/10) sekitar pukul 06.00 WIT.
Ketujuh
warga tersebut adalah Bartolomeus Fere (53), Agustuna Fere (38), Yan
Marthen Fere (30) yang merupakan Kepala Kantor Pos Sarmi, Boas Hawase
(35), Elisabeth Felle (40), Melinda Fere (11) dan Avia Hawase (4).
Menurut keterangan salah satu keluarga korban yang tidak ingin
disebutkan namanya, pada Kamis (4/10) sekitar pukul 23.30 WIT, korban
atas nama Agustina Fere yang saat itu berada di Genyem (PNS Distrik
Nimboran) menelepon kakak perempuannya yang berada di Sentani.
Korban menyampaikan bahwa ada orang yang menelepon (suara laki-laki)
yang belum dikenal mengatakan beberapa hal, bahwa adiknya Yan Marthen
Fere saat ini sedang sakit parah dan muntah darah, jika keluarga tidak
segera naik (Ke sarmi) untuk menjemput, jangan menyesal kalau terjadi
apa-apa.
"Penelepon itu bilang kalau Yan tidak diambil maka
akan ada yang menculiknya, makanya Agustina dan suaminya langsung menuju
Sarmi," ujarnya seperti dikutip dari Antara, Sabtu (12/10).
Keesokan harinya setelah menerima kabar tersebut, Agustina bersama
beberapa anggota keluarganya berangkat dengan menggunakan satu unit
mobil kuda warna merah DS 1807 AK menuju Sarmi dan mendapati bahwa
adiknya Yan dalam keadaan sehat. Akhirnya, karena masih khawatir
rombongan Agustina dengan membawa Yan memutuskan untuk pulang ke
Sentani.
Mengingat jaringan telepon yang terbatas di dalam
perjalanan menuju Sarmi, pihak keluarga Agustina tidak bisa menghubungi
rombongan Agustina.
"Saya mendapat kabar bahwa rombongan
Agustina sudah menuju Sentani sejak Minggu (6/10), namun hingga Jumat
(11/10) belum juga sampai, sehingga pihak keluarga memutuskan untuk
melaporkannya kepada pihak kepolisian," urainya.
Ia
menambahkan, kemungkinan ketujuh orang warga Sentani tersebut disandera
OTK di wilayah Sarmi pada saat perjalanan pulang ke Sentani, dimana di
sepanjang jalan pulang masih banyak hutan-hutan yang memungkinkan
penyekapan.
Ketika hal ini dikonfirmasikan kepada Kepala
Kepolisian Resort (Kapolres) Jayapura AKBP Roycke Harry Langie, pihaknya
membenarkan adanya kasus ini.
"Saat ini pihak kami masih melakukan penyelidikan," tegasnya kepada Antara di Sentani, Sabtu. [Merdeka]
Sumber : http://www.theglobejournal.com
JADILAH ORANG PERTAMA YANG MENGOMENTARI :
