Butet Manurung dan mimpi tanah papua
Artikel, Pendidikan 12.07
Mimpi ingin
membuka pendidikan di Papua akhirnya tercapai bersamaan dengan 10 tahun
usia "Sokola Rimba", demikian antropolog dan pecinta alam, Butet
Manurung.
Melalui Ekspedisi Literasi Papua-SOKOLA pada awal September 2013,
Butet bersama dua rekannya mulai merintis perjalanan menuju tanah impian
itu.
Papua memang menjadi target Butet setelah lembaga yang dia dirikan
tahun 2003 memberikan pelajaran baca tulis bagi Orang Rimba di Jambi dan
sejumlah daerah lainnya.
Tepatnya di Kampung Mumugu Batas Batu, Asmat, dijadikan sebagai tempat program literasi SOKOLA.
"Kami punya 27 siswa SD dan 60 murid pra-sekolah. Tetapi semuanya
mulai dari baca-tulis-hitung dasar," katanya dalam acara peluncuran buku
Sokola Rimba (edisi cover poster film) dan trailer filmnya yang dibesut oleh Riri Riza dan Mira Lesmana di Jakarta, Minggu (13/10).
"Mereka ada yang sudah bisa baca ba-bi-bu-be-bo, tapi ada juga yang pernah sekolah, tinggal kita refresh
ingatannya tentang huruf-huruf," kata perempuan yang pernah aktif di
Perhimpunan Mahasiswa Pecinta Alam (PMPA) PALAWA Universitas Padjadjaran
(Unpad) ini.
Butet, pemegang gelar Master bidang antropologi dari Australian National University, juga merumuskan metode baca-tulis berbasis silabel yang kemudian digunakan SOKOLA.
Atas
dedikasinya, Butet mendapatkan berbagai penghargaan nasional dan
internasional, antara lain Man and Biosphere Award (Unicef, 2001),
Time`s Asia Hero (2004), Ashoka Fellowship (2006), Young Global Leader (2009), serta E&Y Entrepreneurship of the Year (2012).
Sumber : http://www.antaranews.com/
JADILAH ORANG PERTAMA YANG MENGOMENTARI :
