Pengakuan Noken, Langkah Awal Bangun Papua
Kerajinan, Pariwisata, Senibudaya 12.27
Perjuangan masyarakat Indonesia di kancah internasional akhirnya berbuah manis. Noken, tas khas Papua, diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia. Namun, pengakuan itu justru menjadi langkah awal untuk membangun Papua nan eksotis.
Penetapan noken sebagai warisan dunia oleh UNESCO merupakan simbol, bahwa Papua mempunyai warisan budaya yang luar biasa. Oleh karena itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) akan terus menggali kebudayaan apa saja yang ada di Papua, sebab hal itu sangat penting sebagai bagian dari NKRI.
Hal
itu disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Mohammad
Nuh, dalam acara penyerahan sertifikat UNESCO tentang penetapan noken
sebagai warisan dunia di Hotel Aston Niu Manokwari, baru-baru ini. Sertifikat itu diserahkan oleh Mendikbud kepada Gubernur Papua, Abraham O Ataruri.
Mendikbud
menyatakan, untuk membangun Papua tidak cukup dengan pengembangan
sarana prasarana tetapi peradaban juga harus dikembangkan. “Kita ingin
mewariskan kepada anak-anak dan adik adik kita, bahwa NKRI itu sangat
beragam,” katanya.
Pengakuan UNESCO ini harus ditindaklanjuti dengan konservasi dan promosi. Oleh karena itu, Kemdikbud berencana mendirikan museum noken untuk melatih generasi muda mengenal bagaimana membuat noken dan mengembangkan noken yang sudah mengalami modifikasi.
Pada
Desember 2012 lalu, UNESCO menetapkan Noken sebagai warisan dunia.
Lembaga PBB untuk Bidang Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan, ini
secara resmi menilai tas rajutan atau ayaman multifungsi tersebut
memerlukan perlindungan mendesak.
“Pengakuan UNESCO ini akan
mendorong upaya melindungi dan mengembangkan warisan budaya noken, yang
dimiliki oleh lebih dari 250 suku di Provinsi Papua dan Papua Barat.
Inskripsi UNESCO ini bukanlah tujuan akhir, melainkan awal upaya kita
untuk bersama-sama menggali, melindungi dan mengembangkan warisan budaya
noken ini," ujar Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang
Kebudayaan, Wiendu Nuryanti, dalam pidato singkatnya menyambut
inskripksi Noken pada daftar UNESCO yang bergengsi itu.
Carmadi
Machbub, Duta Besar RI untuk UNESCO, menjelaskan bahwa inskripsi noken
menambah satu lagi warisan budaya takbenda Indonesia yang telah
ditetapkan UNESCO, menyusul Wayang, Keris, Batik, Diklat Warisan Budaya Batik untuk Siswa Sekolah, Angklung dan Saman. (DM, RM, JR, WN) [adv]
Sumber : http://nasional.inilah.com
JADILAH ORANG PERTAMA YANG MENGOMENTARI :
