Pengakuan Noken, Langkah Awal Bangun Papua

HeadlinePerjuangan masyarakat Indonesia di kancah internasional akhirnya berbuah manis. Noken, tas khas Papua, diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia. Namun, pengakuan itu justru menjadi langkah awal untuk membangun Papua nan eksotis.

Penetapan noken sebagai warisan dunia oleh UNESCO merupakan simbol, bahwa Papua mempunyai warisan budaya yang luar biasa. Oleh karena itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) akan terus menggali kebudayaan apa saja yang ada di Papua, sebab hal itu sangat penting sebagai bagian dari NKRI.

Hal itu disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Mohammad Nuh, dalam acara penyerahan sertifikat UNESCO tentang penetapan noken sebagai warisan dunia di Hotel Aston Niu Manokwari, baru-baru ini. Sertifikat itu diserahkan oleh Mendikbud kepada Gubernur Papua, Abraham O Ataruri.

Mendikbud menyatakan, untuk membangun Papua tidak cukup dengan pengembangan sarana prasarana tetapi peradaban juga harus dikembangkan. “Kita ingin mewariskan kepada anak-anak dan adik adik kita, bahwa NKRI itu sangat beragam,” katanya.

Pengakuan UNESCO ini harus ditindaklanjuti dengan konservasi dan promosi. Oleh karena itu, Kemdikbud berencana mendirikan museum noken untuk melatih generasi muda mengenal bagaimana membuat noken dan mengembangkan noken yang sudah mengalami modifikasi.

Pada Desember 2012 lalu, UNESCO menetapkan Noken sebagai warisan dunia. Lembaga PBB untuk Bidang Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan, ini secara resmi menilai tas rajutan atau ayaman multifungsi tersebut memerlukan perlindungan mendesak.
“Pengakuan UNESCO ini akan mendorong upaya melindungi dan mengembangkan warisan budaya noken, yang dimiliki oleh lebih dari 250 suku di Provinsi Papua dan Papua Barat. Inskripsi UNESCO ini bukanlah tujuan akhir, melainkan awal upaya kita untuk bersama-sama menggali, melindungi dan mengembangkan warisan budaya noken ini," ujar Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Kebudayaan, Wiendu Nuryanti, dalam pidato singkatnya menyambut inskripksi Noken pada daftar UNESCO yang bergengsi itu.
Carmadi Machbub, Duta Besar RI untuk UNESCO, menjelaskan bahwa inskripsi noken menambah satu lagi warisan budaya takbenda Indonesia yang telah ditetapkan UNESCO, menyusul Wayang, Keris, Batik, Diklat Warisan Budaya Batik untuk Siswa Sekolah, Angklung dan Saman. (DM, RM, JR, WN) [adv]

Sumber : http://nasional.inilah.com

JADILAH ORANG PERTAMA YANG MENGOMENTARI :



Dikirim oleh Unknown pada 12.27. dan Dikategorikan pada , , . Kamu dapat meninggalkan komentar atau pesan terkait berita / artikel diatas

.

.

.

.

.

2010 Berita Magetan. All Rights Reserved. - Designed by Berita Magetan