Indocraft, 2013 Kunjungi Gerai Koteka, Menteri Syarief Kaku
Artikel, Kerajinan, Pemerintahan, Utama 11.52
Usai membuka pameran INDOCRAFT 2013 di Jakarta Convetion Center,
Rabu (6/11/2013), Menteri Koperasi dan Unit Kecil Menengah (UKM),Syarif
Hasan berkesempatan mengunjungi beberapa gerai peserta pameran. Gerai
yang disasar pertama kali oleh Syarief adalah Koteka Art Shop.
Entah apakah salah satu produknya begitu eye cathing, yaitu
tiga koteka yang dipajang di depan gerai asal Papua itu, namun gerai
milik Rafiuddin Abduh itu memang lebih dekat dengan lokasi panggung opening ceremony.
Persis di depan gerai milik Abduh terdapat gerai milik Kerawang Syaiful dari Sulawesi
yang menjual kerajinan dari kulit buaya seperti tas, sepatu pria,
dompet dan ikat pinggang. Gerai ini juga dekat dengan panggung.
Tak
banyak perkataan atau pertanyaan suami dari mantan aktris dan juga
anggota DPR RI Inggrid Kamsil itu kepada si pemilik gerai, Abduh dan
istrinya Nining.
"Cuma bilang terima kasih, tidak ada
bilang apa-apa atau tanya yang lain. Sudah tiga kali ini mampir ke
tempat (gerai) kami juga tidak ngomong apa-apa , cuma terimakasih.
Beliau kaku orangnya," cerita Abdul seperti menyesalkan ketika
disambangi INILAH.COM di gerainya.
Koteka atau pakaian tradisonal
Papua khusus untuk laki-laki menurut Abduh memang salah satu barang
dagangannya yang paling laris dibeli ketika mengikuti pameran. Biasanya
dibeli untuk suvenir atau oleh-oleh.
"Waktu ikutan pameran yang
kemarin (Abduh menyebut pameran lain yang sejenis), saya bawa 20 buah
koteka semua laku, yang banyak beli waktu itu turis dari Jepang, buat
oleh-oleh katanya," kenang Abduh yang merupakan mitra binaan Pertamina
ini
Untuk pameran yang sudah dua kali diikutinya ini, Abduh hanya
membawa tiga koteka. Karena barangnya yang mudah pecah membuat Abduh
sengaja tak membawa banyak.
Selain koteka, barang-barang seni
yang Abduh jual adalah sepasang patung Wamena yang dijualnya 150 ribu
perpasang, lukisan kulit kayu Sentani yang dibandrol mulai dari Rp200
sampai Rp300 ribu, tas noken Wamena, piring sagu Sentani, tifa hias Sentani, kalung dan suvenir Papua lainnya.
"Yang paling mahal yaitu topi cendrawasih. Itu saya tawrkan Rp2 juta,
kalau koteka satu buahnya Rp100 ribu. Kalau yang paling laris biasanya
adalah ukiran," ujar Abduh yang sudah 30 tahun menggeluti usaha
barang-barang seni ini. [mor]
Sumber : http://gayahidup.inilah.com
JADILAH ORANG PERTAMA YANG MENGOMENTARI :
