Indocraft, 2013 Kunjungi Gerai Koteka, Menteri Syarief Kaku

Headline 
Usai membuka pameran INDOCRAFT 2013 di Jakarta Convetion Center, Rabu (6/11/2013), Menteri Koperasi dan Unit Kecil Menengah (UKM),Syarif Hasan berkesempatan mengunjungi beberapa gerai peserta pameran. Gerai yang disasar pertama kali oleh Syarief adalah Koteka Art Shop.

Entah apakah salah satu produknya begitu eye cathing, yaitu tiga koteka yang dipajang di depan gerai asal Papua itu, namun gerai milik Rafiuddin Abduh itu memang lebih dekat dengan lokasi panggung opening ceremony.

Persis di depan gerai milik Abduh terdapat gerai milik Kerawang Syaiful dari Sulawesi yang menjual kerajinan dari kulit buaya seperti tas, sepatu pria, dompet dan ikat pinggang. Gerai ini juga dekat dengan panggung.

Tak banyak perkataan atau pertanyaan suami dari mantan aktris dan juga anggota DPR RI Inggrid Kamsil itu kepada si pemilik gerai, Abduh dan istrinya Nining.

"Cuma bilang terima kasih, tidak ada bilang apa-apa atau tanya yang lain. Sudah tiga kali ini mampir ke tempat (gerai) kami juga tidak ngomong apa-apa , cuma terimakasih. Beliau kaku orangnya," cerita Abdul seperti menyesalkan ketika disambangi INILAH.COM di gerainya.

Koteka atau pakaian tradisonal Papua khusus untuk laki-laki menurut Abduh memang salah satu barang dagangannya yang paling laris dibeli ketika mengikuti pameran. Biasanya dibeli untuk suvenir atau oleh-oleh.

"Waktu ikutan pameran yang kemarin (Abduh menyebut pameran lain yang sejenis), saya bawa 20 buah koteka semua laku, yang banyak beli waktu itu turis dari Jepang, buat oleh-oleh katanya," kenang Abduh yang merupakan mitra binaan Pertamina ini

Untuk pameran yang sudah dua kali diikutinya ini, Abduh hanya membawa tiga koteka. Karena barangnya yang mudah pecah membuat Abduh sengaja tak membawa banyak.

Selain koteka, barang-barang seni yang Abduh jual adalah sepasang patung Wamena yang dijualnya 150 ribu perpasang, lukisan kulit kayu Sentani yang dibandrol mulai dari Rp200 sampai Rp300 ribu, tas noken Wamena, piring sagu Sentani, tifa hias Sentani, kalung dan suvenir Papua lainnya.

"Yang paling mahal yaitu topi cendrawasih. Itu saya tawrkan Rp2 juta, kalau koteka satu buahnya Rp100 ribu. Kalau yang paling laris biasanya adalah ukiran," ujar Abduh yang sudah 30 tahun menggeluti usaha barang-barang seni ini. [mor]

Sumber :  http://gayahidup.inilah.com

JADILAH ORANG PERTAMA YANG MENGOMENTARI :



Dikirim oleh Unknown pada 11.52. dan Dikategorikan pada , , , . Kamu dapat meninggalkan komentar atau pesan terkait berita / artikel diatas

.

.

.

.

.

2010 Berita Magetan. All Rights Reserved. - Designed by Berita Magetan